Kamis, 12 November 2020

SUKABUMITODAY.COM – Setelah melakukan aksi dengan tuntan meminta pemerintah memboikot prodak dari Prancis pada Selasa (10/11/2020). Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah Sukabumi memberi klarifikasi karena aksinya sempat menuai respons negative dari netizen.

Warganet beranggapan jika pemerintah memenihu permintaan memboikot prodak dari Prancis maka akan semakin banyak angka pengangguran di Sukabumi, mengingat di Sukabumi terdapat beberapa perusahaan yang berasal dari Prancis.

Namun pihak IMM Sukabumi Raya memberi penjelasan lewat Iman selaku Bagian Kebijakan Fakultas FIAH Universitas Muhamamdiyah Kota Sukabumi, Iman menjelaskan bahwa pihaknya tidak meminta sepenuhnya membokot prodak Prancis karena di anggap mustahil, namun lebih ke meminta Pemerintah memeberi tindakan konkret agar masyarakat beralih ke Prodak Lokal.

“ kita tidak sepenuhnya memboikot produk yg terafiliasi dengan Francis, hampir mustahil, karena akan banyak warga lokal yang nganggur, tapi dengan pengambilan sikap walikota dengan dan tindakan konkret dari masyarakat yang beralih secara perlahan pada produk lokal, goals yang kita inginkan adalah gertakan terhadap produk2 yang berafiliasi dengan negara Francis, setidaknya menurunkan harga saham perusahaan, dengan begitu ada sentilan dari kami umat Islam sebagai konsumen, kita tidak bisa menuntut revolusi produk secara besar2an Karena perubahan secara cepat dapat mengakibatkan kehancuran di lain pihak pegawai lokal, sebagai walikota seharusnya bersikap bijak dengan membatasi jumlah produk yg berafiliasi dengan Francis, dan sebagai gantinya Kampanyekan produk lokal, agar masyarakat dapat beralih Secara perlahan, dengan begitu impact positif nya adalah kemandirian ekonomi dan kesejahteraan untuk kita juga.” Jelas Iman