Sabtu 17 Oktober 2020

SUKABUMITODAY.COM- Seorang pemuda berinisial RRM asal Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.  yang membuat video ujaran kebencian terhadap Polisi dalam sebuah aksi unjuk rasa di Patung Kud, Jakarta Pusat tersebut akhirnya diciduk Kepolisian Polres

Saat unjuk rasa itu, pelaku membuat video selvie dengan mengatakan “Polisi anj*ng” secara berulang – ulang sambil mengacungkan jari tengah tangan kanannya, kepada anggota Kepolisian yang tengah berjaga di aksi unjuk rasa. 

Dalam video yang ia bagikan kepada teman-temannya tersebut, pelaku mengatakan “Polisi Anj*ng” secara berulang-ulang sembari mengacungkan jari tengah tangan kanannya kepada anggota kepolisian yang sedang berjaga.

“Sesampainya di Sukabumi, dia membagikan video itu kepada teman – temanya hingga akhirnya beredar dijejaring media sosial.” ujarnya kepada wartawan,Jum’at (16/10/20).

Lanjut dia, RRM yang saat ini diketahui sebagai pekerja buruh tersebut diamankan dikediamannya pada Rabu (14/10/20). Sekitar pukul 13.00 wib. 

“Selain pelaku kita turut mengamankan 1 handphone yang dia pakai untuk merekam, dan busana yang dia pakai,” ujarnya.

Akibat perbuatannya itu sambung dia, RRM terancam Pasal 45 Ayat 1 JO Pasal 28 Ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp. 1 milyar. 

“Pelaku saat ini sudah kita amankan di Polres Sukabumi Kota dan sedang dalam proses penyelidikan,” tutupnya. 

Sebelumnya, sebuah Video selvie berdurasi 30 detik, seorang pemuda yang sedang berkata – kata kasar kepada anggota kepolisian yang tengah berjaga di aksi unjuk rasa, beredar di jejaring media sosial. Dalam video tersebut, pemuda itu mengaku berasal dari daerah Sunda, Jampang.

Berikut kutipan umpatan si pemuda yang terekam.

“Polisi anj***, polisi anj*** etamah, naon pak teumawa nanaon aingah kalakah rek ngusir demokrasi pak ieu mah. Damai pak slow, enggak mawa naon-naon didieumah orang sunda aingmah orang jampang,”

Dalam rekaman, pemuda itu mengumpat sambil melihat kamera, di belakangnya terlihat anggota kepolisian berjajar melakukan penjagaan. Seorang polisi terlihat mendekat menjauhkan pemuda tersebut.