SUKABUMITODAT.COM seorang ayah berinisial N (47 tahun) tega mencabuli anaknya kandungnya sendiri LN (12 tahun) di Desa limbangan, kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi pada senin (28/09/2020) 

Aksi tersebut terungkap setelah warga melaporkan kepada pihak kepolisian, hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Resktim Polres Sukabumi Kota AKP Cepi Hermawan.

“Memang benar bahwa Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota telah menangkap terduga pelaku N (47) terkait dugaan tindak pidana pencabulan dan perkosaan tehadapa anak nya sendiri pada Jum’at sore kemarin,” ujarnya. 

Setelah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan aksinya sejak 3 bulan lalu, karena ibu korban tidak diketahui keberadaannya sehak dua tahun lalu lnjut Cepi.

“Pelaku melakukan aksi itu kurang lebih sudah lebih tiga bulan, karena ibu korban sudah dua tahun ini gak tau keberadaannya dimana,” tuturnya. 

Cepi menjelaskan, sesuai dengan keterangan yang didapat, pelaku melakukan perbuatab tersebut lantaran sering berhalusinasi,  

sehinggan terpaksa meluapkan napsunya kepada korban.

“Aksi bejat itu dilakukan disebuah kamar milik pelaku, untuk tindak kekerasan pelaku terhadap korban kita sudah lakukan pemeriksaan di rumah sakit hasilnya hampir 80% tindakan seksual yang dilakukan pelaku,” ujarnya. 

Lebih jauh dia, setelah melakukan aksi biadab itu, korban di minta untuk tidak memberitahukan nya kepada orang lain. Pasalnya, jika diberitahukan korban di ancam akan dibuang dari rumahnya. 

“Ada ancaman terhadap pelaku tehadap korban bila mana di beritahukan kepada orang lain korban akan di buang,” imbuhnya. 

Sambung dia, pelaku yang merupakan ayah kandung korban ini merupakan mantan residivis. Selama aksi itu dilakukan pelaku korban tinggal bersama pelaku dan ibu tirinya. 

“Pelaku ini mantan residivis cerai dengan istrinya sampai sekarang istrinya pun gak ada dan pelaku sudah menikah lagi. Jadi, korban tinggal bersama pelaku dan ibu tirinya,” sambungnya. 

ia menambahkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti dan memeriksa pelaku serta melakukan gelar perkara terhadap kasus ini. Hingga status pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat sesuai pasal yang berlakua. Sementara, korban kata dia di serahkan kepada TP2TPA  untuk mendapatkan rehabilitasi.

“Tersangka kami kenakan pasal Pasal 76D Jo UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 menjadi Undang-undang dengan ancaman hukuman diatas Lima tahun penjara,” tutupnya