RUU Permusikan yang di gulirkan oleh komisi X DPR RI yang telah menjadi draf yang menghasilkan 54 pasal undang undang secara resmi telah masuk program legisislasi Nasional (PROLEGNAS) ini berbuntuk panjang, pasalnya dari hampir seluruh isi draf dikhawatirkan akan membelenggu proses kreatif musisi dalam berkarya,penolakan pun mulai keras di suarakan oleh para musisi dan pelaku musik, berbagai cara penolakan pun di lakukan dari mulai kajian akademis tentang RUU permusikan,pertemuan dengan pemangku keputusan sampai membuat petisi untuk menolak RUU permusikan yang sudah di tanda tangani lebih dari 244.000 orang.

Petisi ini di inisiasi oleh Danilla Riyadi yang juga tergabung dalam Kolisi Nasional Tolak RUU permusikan (KNTL RUUP) yang berisi musisi dan pelaku indrustri musik dari seluruh Indonesia, Dan kabar terbaru dari Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan telah me realese album kompilasi bertajuk “BERSAMA BERSUARA VOL.1” dan kompilasi ini bisa disimak di www.bersamabersuara.bandcamp.com

Dari informasi yang kami dapat di akun instagram @koalisinasionaltolakruup bahwa album koalisi BERSAMA BERSUARA VOL.1 ini di kelola secara organik dan partisipartoris dengan melibatkan 100 partisipan grup/solo/duo dari ujung Barat hingga Timur Indonesia juga lintas Negara

Band dari Sukabumi pun tak melewatkan kesempatan untuk bersuara di album kompilasi ini,tercatat Suar dan Temaram (Sukabumi) ikut meraimakan album kompilasi ini dengan lagu mereka yang berjudul Tebal telinga, lagu yang ada di album perdana mereka “Mata Masa Mesta” yang di realese dua tahun yang lalu, lagu yang cukup menggambarkan bagaimana sikap para anggota DPR RI dalam menghadapi Penolakan RUU permusikan ini.

Album kompilasi ini juga akan terus ada untuk beberpa Volume sampai akhirnya draf RUU permusikan di cabut dari Proglam legislasi Nasional, yang sampai saat pengeahan RUU Permusikan belum benar benar akan di hentikan.