Pertama kali mendengan kata bioskop di kota sukabumi, adalah sebuah pemikiran yang mungkin sangat tidak mungkin, karena bioskop adalah salah satu issue yang tidak selesai – selesai di bicarakan bagi sebagian masyarakat kota sukabumi, yang haus akan menonton film kualitas layar lebar, tidak hanya mendowload film maaf “bajakan” dari internet. beberpa waktu silam sebuah data survey di Indonesia, menyebutkan bahwa pengguna internet di Kota Sukabumi paling banyak menyedot Bandthwith, bukan tidak mungkin, ini karena prilaku masyarakat yang ingin menonton film kualitas bioskop, karena jauh jadi, memanfaatkan fasilitas Internet untuk menonton film streaming.

 

Karena hal tersebut, Sukabumi Film Indie Forum ( @sukabumisif ) bekerja sama dengan @smophycproduction  atau Smantie Movie and Photography Club mengdakan pemutaran film selama 7 hari yang dimulai tanggal 07 Mei 2018 di Hotel Fresh Sukabumi.

 

Ini menjadi sebuah destinasi untuk mewadahi masyarakat yang mencintai dunia perfilman dengan mengapresiasi hasil karya film anak negeri, karena pada penayangannya, pada acara ini Film yang diputar adalah film – film nasional.
Pada pemutaran perdana ini, film yang diputar adalah film karya Kamila Andini, Skala Niskala yang menampilkan seni peran yang apik dari  Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena, Ni Kadek Thaly Titi Kasih sebagai duo kembar yangs aling melengkapi tetapi harus dipisahkan oleh penyakit dan berakhir kematian, menampilkan emosi imajinasi anak yang menentang kenyataan, kemudian ada Ayu Laksmi pemeran Ibu kedua anak kembar, yang menampilkan seorang ibu yang Galau dan perlahan merelakan kepergian akan nya, dalam film ini menonjolkan kekuatan budaya masyarakat Bali yang magis, yang mampu membawa kita kedalam suasana.
Kalau berminat menonton Film Nasional berasa bioskop ini bisa langsung mendatangi lokasi di Fresh Hotel Jl. Bhayangkara No. 127 gunungpuyuh kota sukabumi, Ballroom Lt. 1,
Saya berharap kedepan nya, semoga dengan penayangan film ini melalui acara ini dapat menjadi pertimbangan pembangunan bioskop di kota sukabumi, agar masyarakat tidak harus macet – macetan ke Bogot ataupun ke Bandung hanya untuk menyaksikan film di bioskop.