Kue Keranjang khas Imlek di Sukabumi /foto oleh ImanFsy

dahulu
dimasa kecil
setiap tahun selalu menikmati kue keranjang (dodol cina) yang selalu dikirim para pemilik toko langganan Bapa & Mamah berbelanja

ada setidaknya dua nama yang saya ingat yang dahulu selalu kirimkan kue-kue keranjang ini kerumah kami jelang atau saat Imlek ;
Koh Tek Sin dan Koh Isuy

Koh Tek Sin dan Koh Isuy adalah nama pemilik toko langganan Bapa & Mamah yang saya masih ingat sosoknya karena ketika kecil saya sering diajak berbelanja ke toko mereka

di toko onderdil Koh Tek Sin – saya kecil selalu merasa takjub melihat (dan ingin mencoba) pompa-pompa putar/engkol yg dipasang diatas drum-drum oli/pelumas, yang dengan lancar mengalirkan cairan-cairan kental berwarna gelap keemasan
dan anehnya itu pompa bisa dipindah dari satu drum ke drum lain oleh pekerja Koh Tek Sin yang selalu berbaju kehitaman penuh noda minyak

toko onderdil yang berada disudut barat daya pasar pelita Sukabumi ini salah satu favorit saya selain karena suasana toko yang sangat “manly” dengan bau oli dan berbagai suku cadang kendaraan hingga lampu-lampu kendaraan berwarna-warni yang digantung yang menarik perhatian
saya juga suka merasa terhibur dengan sosok Koh Tek Sin yang dengan gaya bicara lucu yang cadel tapi percaya diri dan terlihat serius – secara sosok, wajah dan perwakan Koh Tek Sin kurang lebih mirip Darto Helm pelawak masa itu tapi bedanya Koh Teksin berkacamata dan selalu memakai celana selutut.

Koh Tek Sin adalah pemasok utama dari suku cadang kendaraan Bapa dan Mamah hingga armada kendaraan umum dan truk yg Bapa punya saat itu

lain lagi dengan Koh Isuy
toko Koh Isuy berbeda dengan toko Koh Tek Sin
Toko ini berada di Jalan Pelabuan/Ciwangi tepat sebelum pojok pasar pelita dan berkokasi sejajar dengan toko Lily, toko Merdeka dan toko Mungil saat itu

toko Koh Isuy berbau khas, bau dupa hio sembahyang diantara bebauan khas dari bahan-bahan tekstil mentah hingga jadi seperti kain dan sarung. Saya senang berada di toko Koh Isuy karena bisa sedikit bermain sendiri diantara timbunan dan kelembutan gulungan kain-kain dan baju-baju yang digantung. Permainan yang menyesatkan diri saya diantara kesenangan sesaat diantara bau-bau hio dan kain tadi
dan sering juga saya mendapatkan hadiah kecil dari Koh Isuy berupa permen susu dengan gambar sapi dan tulisan Cina di bungkusnya

Koh Isuy setahu saya dekat dengan Bapa maupun Mamah: Bapa dan Mamah selalu berbelanja sandang dari Koh Isuy terutama untuk para pasangan penggarap sawah kami atau untuk sidaqoh menjelang hari raya.
Begitu dekatnya Koh Isuy, pernah Bapa tak segan meminjam uang untuk membayar belanjaan lain dan ongkos karena saat itu Bapa kena gendam/kecopetan – dan dengan senang hati Koh Isuy membantu Bapa meminjamkan uangnya

entah kabar kedua Kokoh tadi sekarang
terus terang saya penasaran dan paling tidak jika ada waktu ingin melacak kembali jejak mereka
pernah ada kabar bahwa Koh Tek Sin sudah lama meninggal dunia meski Koh Isuy tidak didapatkan kabar

namun kembali pada kisah kue keranjang atau dodol cina
yang pasti imlek tahun ini saya mendapatkan (kembali) kiriman kue-kue keranjang yang mengingatkan pada momen-momen masa kecil saya tadi
terimakasih Koh Awei Firenze Pictures atas kiriman kue keranjangnya

salam untuk semua
Selamat Tahun Baru dan Merayakan Imlek untuk Saudara-saudara Tionghoa !

Gong Xi Fat Choi !
???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here