ikan pindang raksasa
Tim pengolah ikan sedang memeriksa tahap akhir sebelum ikan pindang dengan berat bersih 32,85 Kg yang akan memecahkan rekor MURI pada Hari Nelayan Ke 56 di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. (05/04/2016)

PALABUHAN RATU, 6 April 2016 – Seekor Ikan Tuna Pindang Raksasa menarik perhatian masyarakat Palabuhan Ratu yang menghadiri upacara adat peringatan Hari Nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Bukan hanya karena ikan tuna dan ikan pindang adalah kebanggaan milik masyarakat setempat, tetapi ikan dengan panjang 152 cm itu berhasil meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Ikan Tuna Pindang Terbesar pertama. Para nelayan dan komunitasnya terlihat bangga dan tak sabar untuk membagikan kabar ini agar dapat di ‘Rayakan Rame-Rame’ bersama masyarakat setempat.

Sekretaris Umum Hari Nelayan ke-56 Palabuhan Ratu Nandang Heryadie berkomentar, “Saya merasa bangga akan kontribusi dari komunitas nelayan di Palabuhan Ratu yang berhasil meraih rekor ini berkat dukungan dari Sampoerna Kretek. Hari Nelayan ke-56 ini menjadi momen Rayakan Rame-Rame yang berkesan bagi kebersamaan dan pertemanan komunitas nelayan dan juga masyarakat Palabuhan Ratu.”

“Mulai dari proses awal penangkapan ikan, pengolahan serta proses perayaan arak-arakan ikan tuna pindang adalah suatu pengalaman nikmat, seru dan menyenangkan bagi kami semua. Ternyata kegiatan sehari-hari para nelayan ini bisa menjadi inisiatif yang dapat membanggakan warga sekitar dan memperkuat identitas kota ini,” jelas Nandang.

bpk harun ikan pindang raksasa 2

 

 

 

 

 

Ikan dengan berat 32,85 kg yang dicatat oleh MURI ini adalah hasil insiatif dan kerja keras masyarakat Palabuhan Ratu. Ikan ini ditangkap dengan menggunakan kapal rumpon yang dioperasikan oleh kurang lebih lima orang. Kemudian ikan itu dibersihkan dan diolah oleh sekitar 10 orang anggota komunitas nelayan pengolah. Hasil kerja keras itu pun akhirnya dipertunjukkan bagi masyarakat Palabuhan Ratu oleh sekitar 150 orang rombongan Rayakan Rame-Rame dalam karnaval prosesi upacara adat tadi pagi. Rayakan Rame-Rame Hari Nelayan ke-56 ditutup juga dengan makan ikan tuna pindang terbesar bersama dengan para tamu prosesi adat.

Hari Nelayan Palabuhan Ratu merupakan sebuah perayaan tahunan sebagai bentuk syukuran hajatan laut masyarakat nelayan. Prosesi dilengkapi dengan upacara adat dan upacara laut yang digelar sebagai bentuk nyata masyarakat nelayan yang menjunjung tinggi adat para leluhur mereka. Masyarakat Palabuhan Ratu mempererat pertemanan dan kebersamaan mereka melalui upacara adat ini, mereka bersama-sama mensyukuri kesejahteraan serta berkah yang sudah diberikan kepada mereka.

Terlihat bangga akan kerja keras bersama komunitas nelayan, Nandang menambahkan, ”Saya berharap Rayakan Rame-Rame di Hari Nelayan ke-56 ini memberikan kesan yang mendalam bagi warga Palabuhan Ratu. Kita semua harus bangga akan pencapaian bersama untuk mencetak rekor MURI yang pertama. Hal ini tentunya tidak dapat kita raih tanpa kebersamaan kita semua, baik sebagai komunitas nelayan maupun sebagai masyarakat.”

Foto by : Iman Firmansyah