babeh iwandihadirkan untuk Menyambut Gebyar Asyiiik 2015 Bulan Depan, foto by Geri Sugiran AS

SUKABUMI, 4 APRIL 2015 – Mendengar nama Sukabumi, yang terlintas di kepala adalah kerajinan-kerajinan kayu dan bambunya, bubur ayam dan surabi durian, serta musik dan tarian khas Sunda yang menghibur. Menggandeng para seniman dan pengusaha yang berada di balik itu semua, Pasar Asyiiik 2015 hadir di Sukabumi pada hari ini (4/4). Terdengar canda tawa dan lelucon khas bumi Parahyangan dari para pengunjung yang hadir di sebuah mal di area Cibadak, yang semakin menghangatkan suasana pertemanan dan kebersamaan malam minggu di salah satu kota tercantik di Jawa Barat tersebut.

photo_2015-04-05_05-46-48Masyarakat Indonesia dikenal dengan karakternya yang guyub atau komunal. Untuk itulah Seno Pramuadji, seorang penggiat komunitas, didukung oleh Sampoerna Kretek, kembali menyelenggarakan Pasar Asyiiik, sebuah pasar malam mini yang melibatkan berbagai komunitas kerajinan, kesenian serta kuliner lokal di Sukabumi. Sebelumnya Pasar Asyiiik diadakan di Surabaya pada 21 April lalu, dan sukses menggandeng aneka komunitas pengrajin, kuliner, dan seniman dari berbagai kota di Jawa Timur. Acara ini berfungsi sebagai wadah bagi para komunitas tersebut untuk menampilkan serta memperjualbelikan hasil karya mereka, sambil membangun suasana keakraban dan pertemanan.

“Bagi saya, Pasar Asyiiik menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh serta saling bertukar cerita dan pengalaman dengan teman-teman komunitas di Sukabumi. Jadi, komunitas-komunitas di sini tak sekadar berjualan atau tampil, mendapat uang, lalu pulang. Lewat Pasar Asyiiik, dengan senang hati saya akan berbagi pengalaman, khususnya seputar dunia digital, agar teman-teman komunitas dapat lebih berkembang di kemudian hari,” ujar Seno. Setelah Pasar Asyiiik ini, komunitas-komunitas ini akan kembali dipertemukan pada Gebyar Asyiiik 2015 di Lapangan Batalyon Armed Sukabumi pada 9 Mei mendatang.

Ya, Pasar Asyiiik ini sekaligus juga menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan Gebyar Asyiiik, yang sudah lama menjadi teman yang asyik bagi masyarakat Indonesia. Semangat pertemanan diangkat karena pertemanan merupakan suatu nilai yang tidak terbatas pada ruang, waktu, dan usia. Dengan rangkaian Pasar Asyiiik dan Gebyar Asyiiik ini, diharapkan nilai-nilai pertemanan antar komunitas dapat mulai dijalin secara berkesinambungan di sepanjang tahun ini, sehingga dapat menghasilkan pertemanan yang berkualitas.

Mengenai pertemanan ini, Seno bercerita lebih dalam, “Biasanya semakin lama usia pertemanan, semakin baik kualitasnya. Pasar Asyiiik di sini memiliki fungsi sebagai sarana untuk memperat pertemanan yang sudah ada dan juga membuka kesempatan untuk terjalinnya pertemanan yang baru antar komunitas lokal”.

photo_2015-04-05_05-46-36

photo_2015-04-05_05-46-44

Iwan Goni mewakili Komunitas Pengrajin Karung Goni, mengatakan. “Saya dan teman-teman komunitas senang sekali dapat berpartisipasi dalam acara Pasar Asyiiik ini. Dari dulunya tidak kenal, kini kami sudah kenal satu sama lain dengan sesama teman-teman komunitas di Sukabumi. Selain itu, kami juga dapat memperoleh ilmu tentang cara menggunakan internet untuk mempromosikan dan memasarkan produk yang sangat bermanfaat bagi kami. Kami tidak sabar untuk kembali ikut berpartisipasi di acara yang lebih besar bulan depan di Sukabumi, yaitu Gebyar Asyiiik.”

 

photo_2015-04-05_05-47-02

photo_2015-04-05_05-46-59

photo_2015-04-05_05-46-41

Acara Pasar Asyiiik dibuka dengan penampilan Dogdog Lojor dari Sanggar Anggita Sari. Selain itu, komunitas musik juga memeriahkan acara Pasar Asyiiik, seperti aksi pementasan dari Kumpulan Penyanyi Jalanan (KPJ) Sukabumi. Berbagai komunitas kerajinan khas Sukabumi juga ikut memeriahkan acara, mulai dari Komunitas Kerajinan Ukir Tanduk, Komunitas Kerajinan Batik Sukabumi, dan Komunitas Kerajinan Karung Goni.