Kejuaraan Jakarta Marathon yang digelar bulan Oktober lalu ternyata juga membawa dampak pada sektor hotel JakartaData-data di lapangan menunjukkan bahwa 90 persen kamar hotel telah terisi penuh, terutama hotel di daerah Sudirman dan Thamrin. Kejuaraan ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata ibukota kepada dunia internasional. Ajang bertaraf internasional ini mampu menyedot hingga 5.500 orang yang berasal dari domestik maupun mancanegara. Banyaknya peserta ini juga yang turut mempengaruhi tingkat hunian hotel di ibukota.

Peningkatan hunian ini bahkan mencapai 15 persen dibanding akhir pekan sebelum-sebelumnya di Jakarta. Para peserta ini banyak menginap di hotel untuk menyiapkan fisik mereka sebelum berlari marathon keesokan paginya. Dari pihak penyelenggara juga menyiapkan perlombaan marathon untuk anak-anak hingga banyak menarik para peserta.

Kategori lari dibedakan atas lima kategori, kategori lima kilometer, kategori 10 kilometer, half marathon (21 km), full marathon (42 km) danmaratoonz, yaitu perlombaan marathon khusus anak-anak. Bagi panitia, persiapan dilakukan sematang mungkin, termasuk mengenai jalur marathon. Jalur marathon yang dilalui mendapat Grade A yang masih sangat layak digunakan hingga 5 tahun mendatang.

Para pelari putra dari Kenya menyapu bersih kejuaraan dengan menggondol masing-masing peringkat satu, dua dan tiga. Sedangkan dari sisi pelari putra, Kenya hanya mampu berlari sejauh peringkat dua dan tiga, karena peringkat satu didapat oleh pelari putri asal Ethiopia. Hunian hotel Jakarta pun tentunya akan digunakan oleh para pelari kala beristirahat setelah berlari marathon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here