MuaraDua-1
Yossy dari Gerakan Desa Membangun sedang presentasi di hadapan warga Muaradua, Kadudampit

 

Warga Desa Muaradua boleh berbangga hati, 14 September 2013 ini menjadi saksi tonggak sejarah desa ini eksis di dunia maya dengan hadirnya web desa. Atas inisiatif warga desa yang di fasilitasi oleh mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi dengan pendampingan Lembaga Alam Lestari Mandiri (La-Li) Sukabumi, akhirnya terwujudlah sebuah domain yang menjadi resresentasi desa di internet dengan nama Muaradua.desa.id yang saat ini baru dibuat web nya. Zeka, salah satu dari aktivis LaLi menyatakan bahwa, desa Muaradua menjadi desa pertama di Sukabumi yang menggunakan desaID dan merupakan pilot project desa-desa di Sukabumi dibawah binaan LaLi Sukabumi.

Bertempat di Bale Desa Muaradua, para perangkat desa dan warga berkumpul untuk mendapatkan presentasi bagaimana meningkatkan martabat kedaulatan desa melalui gerakan desa membangun. Salah satu langkah awal menuju desa membangun yaitu adanya website desa. Yossy Suparyo dari Gerakan Desa Membangun membuka cakrawala pemikiran warga dan perangkat desa bagaiman bisa mengikuti jejak desa-desa seperti Mandalamekar dan Melung, yang awalnya desa dengan keterbatasan menjadi desa yang memiliki karakter kuat dan bisa di banggakan. Hadir juga Irman dari Desa Mandalamekar yang menguatkan warga untuk berdaulat sebagai desa yang mandiri.

DesaID yang yang saat ini sedang giat di masyarakatkan melalui Gerakan 1000 web desa gratis terus menyemangati desa-desa di seluruh Indonesia untuk memiliki web sendiri dan mandiri dalam menghasilkan konten tentang kegiatan desa. Seperti diungkapkan Yossy Suparyo dari Gerakan Desa Membangun, Diharapkan dari kegiatan ini, desa mampu bersuara didunia maya untuk menceritakan ke dunia tentang desa nya.

Kegiatan ini juga dihadiri RelawanTIK Sukabumi, yang mana dari desa muaradua ini diawali pendampingan untuk menguatkan masyarakat melek IT melalui web desa. Geri Sugiran AS, Koordinator RelawanTIK Sukabumi menyatakan, kedepan ratusan desa di Kabupaten Sukabumi akan didampingi oleh relawan untuk bisa memiliki web desa sendiri.