Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur akan segera dimulai, dan Gong itu sudah resmi di tabuh bersamaan dengan Rapat Pleno Terbuka KPU Jawa Barat untuk penentuan No urut yang nantinya digunakan dalam kartu suara untuk di coblos (inget ya, bukan di contreng tapi di coblos) di hari pemilihan Gubernur secara langsung 24 februari 2013 awal tahun depan ini.
Saya dalam kesempatan ini mendapat undangan sebagai kompasianer, yang di posisikan sebagai reporter media Blog Kompasiana.com dari wilayah Jawa Barat untuk meliput kemeriahan acara KPU JawaBarat yang di balut PestaRakyat dengan difasilitasi KompasTV dengan banyak sponsor besar didalamnya.
Acara ini memang acara yang sangat meriah untuk ukuran regional Jawa Barat, kegiatan yang melibatkan pejabat papan atas baik pemerintahan maupun politik dan diliput oleh media regional dan Nasional. Bertempat di Sasana Budaya Ganesa ITB jalan TamanSari, acara dimulai pukul 19.30 secara live di KompasTV yang direlay oleh STV Bandung. Secara Offair, acara dimulai dengan hiburan yang menampilkan Artis Sunda papan atas, Nining Meida. Beberapa lagu lawas Sunda yang sangat dihapal oleh pemirsa, sehingga bergema di Convention Hall tersebut nyanyian semua pengunjung bersama lantunan sang Artis.
Kemeriahan acara ini terlihat bahkan sejak mau memasuki lokasi Acara, antrian panjang mobil berbagai plat no se Jawa Barat memperlihatkan bahwa berbagai elemen warga se Jawa Barat hadir diacara ini, tidak sekedar mobil pribadi pejabat pemda maupun politikus kabupaten, namun beberapa Bis yang digunakan untuk memobilisasi masa pendukung kandidat Calon Gubernur terlihat terparkir di sekitar lokasi Hall. Beberapa kali terlihat rombongan kendaraan dengan pengawalan polisi yang membuat jalan harus tersendat, sehingga pengguna umum harus “merelakan” jalannya terhambat.
Acara resmi dari KPU Jawa Barat selain sambutan Ketua KPU Yayat Hidayat, yaitu Penentuan No Urut yang dimulai dengan pengambilan no untuk menentukan siapa dulu yang berhak memilih No Urut pertama dengan berdasarkan urutan peserta yang mendaftar pertama, dua kali proses penentuan no urut ini membuat sedikit salah persepsi dari saya dan juga pendukung yang menganggap no urut pertama itu yang resmi, sehingga terjadi hirukpikuk dan kegembiraan atas no yang didapat. Dan, no urut yang resmi dikeluarkan adalah no urut yang ditentukan kedua kalinya.
Dengan dilakukan secara pleno dan di sahkan oleh Komisioner KPU JawaBarat, maka secara resmi penomoran secara urut dari pasangan calon Gubernur dan WakilGubernur Jawa barat periode 2013 – 2018 adalah sebagai berikut :
No urut 1 Yaitu Pasangan Calon Gubernur Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat 2008 – 2013) dengan Calon Wakil Gubernur Dedi Mizwar (Artis), pasangan ini didukung oleh PKS, PBB, PPP dan Partai Hanura. No urut 2 yaitu Pasangan Calon Gubernur Dede Yusuf Macan Efendi (Wakil Gubernur Jawa Barat 2008 – 2013) dengan Calon Wakil Gubernur Lex Laksamana (mantan Sekda provinsi Jawa Barat), pasangan ini didukung oleh Partai Demokrat, PAN, Partai Gerindra, dan PKB. No urut 3 yaitu Pasangan Calon Gubernur Dikdik Mulyana Arif Mansyur (Kapolda Sumatera Selatan 2011) dengan Calon Wakil Gubernur Cecep NS Toyib (Sekda Kab Indramayu 2011), ini merupakan satusatunya pasangan perseorangan. No Urut 4 yaitu pasangan Calon Gubernur Irianto mahfudz Sidik Syafiudin (Bupati Indramayu dua periode sejak 2000 – 2010, ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat) dengan Calon Wakil Gubernur Tatang Farhanul Hakim (Bupati Tasikmalaya 2006 – 2011), pasangan ini diusung oleh Partai Golkar. Yang terakhir adalah No urut 5 yaitu Calon Gubernur Rieke Diah Pitaloka (Anggota Fraksi PDI-P DPR 2009 – 2014, Artis) dengan Calon Wakil Gubernur Teten Masduki (Aktivis LSM Anti Korupsi), pasangan ini didukung oleh PDI Perjuangan.
Selain penentuan No urut calon, Acara KPU ini dimeriahkan dengan Pesta rakyat yang menampilkan berbagai Hiburan dari mulai aksi band /rif yang asli Bandung, Karinding Atack, penyanyi Delia, Boy Sopranos, standUp Comedi dari Pandji pragiwaksono dan Wayang pasir. Pesta Rakyat dengan tema “5 Kandidat menuju #JabarSatu” ini didukung oleh Pos Indonesia, Indomie, dan KompasTV.
Foto Dibuang Sayang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here