ilustrasi : http://panda.student.umm.ac.id 
Banyak yang belum menyadari, bahwa bahasa termasuk ke dalam bidang ilmu terapan, bukan ilmu murni. Intinya, bahasa adalah keterampilan.
Sepintar apapun seseorang menguasai bahasa Inggris, tanpa praktek berbicara, maka hal tersebut kurang ideal, karena tujuan mempelajari bahasa, pada umumnya agar bisa berbicara dengan mempergunakan bahasa tersebut untuk komunikasi.
Sebagaimana saya paparkan pada tulisan “Fenomena Belajar Bahasa Inggris”, alur/tahapan belajar baha sa Inggris yang baik, adalah: 

Listening-à Speaking-à Reading-à Writing-à


Dan kalau kita perhatikan pada kehidupan nyata, maka 4 skill di atas akan tergambar dalam persentase sebagai berikut: 

Listening (40 %), Speaking (35%), Reading (19%), Writing (6%).
Artinya, mendengarkan dan berbicara adalah kemampuan dasar utama yang harus kita asah terus dalam mempelajari bahasa Inggris, tentunya dengan tidak mengesampingkan kemampuan membaca dan menulis.
Kalaupun suatu saat kita sudah mahir berkomunikasi secara verbal (Listening & Speaking), tetap saja kita harus terus praktek dan menggunakan kemampuan kita tersebut, kalau tidak, perlahan-lahan kita akan lupa dan dikhawatirkan malah akan kehilangan kemampuan tersebut.
Selanjutnya setelah kita mengetahui pentingnya skill: Listening dan speaking, langkah yang harus kita lakukan adalah mencari materi untuk melatih 2 kemampuan di atas.
Dari manakah kita mendapatkan materi untuk melatih kemampuan Listening dan Speaking?
Insyaallah, akan saja jelaskan pada Rabu mendatang

Contributor : Asep Sarip, Pengelola British English Course | SukabumiToday akan menampilkan tulisan2 belajar mudah bahasa inggris yg di pandu beliau. Jadwal Tulisan mengenai Bahasa Inggris ini direncanakan terbit seminggu 2 kali. stay tune in arsip.sukabumitoday.com