ilustrasi from lyna.student.umm.ac.id   

Bukan sekali-dua kali saya mendengar keluhan, baik dari para orang tua maupun dari pelajar itu sendiri, yang mengeluhkan; Mengapa tidak bisa lancar berbicara bahasa Inggris, padahal sudah mempelajarinya sejak lama? Apa yang harus dilakukan? Menjawab pertanyaan seperti ini, tentulah jawabannya pun harus merunut dari alasan utama mempelajari Bahasa Inggris itu sendiri.

Untuk apa mempelajari Bahasa Inggris? Itu pertanyaan yang biasa saya lontar balik kepada si penanya. Jawabannya bisa macam-macam, tapi kalau saya klasifikasikan, hal tersebut bisa menjadi : 
  1. Saya ingin bisa berbicara dalam Bahasa Inggeris
  2. Saya ingin memperbaiki nilai pelajaran Bahasa Inggris di sekolah
  3. Saya ingin bisa point a dan point b.

Sengaja saya garis bawahi kata ‘berbicara’ dalam point a di atas karena itulah yang menjadi benarg merah dalam mempelajari suatu bahasa. Berbicara adalah tujuan utama mempelajari suatu bahasa. Ketika kita tahu tujuan utama belajar bahasa Inggris, maka pendekatan dan usaha yang dilakukan pun tentunya harus sejalan denga tujuan tersebut.
Sebetulnya kita bisa berkaca pada pengalaman sendiri waktu pertama kali mengenal bahasa, yaitu sekitar usia 3-4 tahun. Tidak peduli bahasa apapun yang dipelajari, Jawa, Sunda, Batak, Padang atau pun Inggris, maka alur caranya pun pasti sama! 
Saat kita tidak mengenal bahasa apapun, ketika usia kita balita, maka yang terjadi adalah kita mendengarkan apa yang orang tua, saudara ataupun tetangga ucapkan, tanpa tahu atau mengerti apa yang mereka bicarakan.  
Hal itu berlangusng mulai dari usia nol sampai kira-kira 4 atau 5 tahun. Setelah lama kita mendengarkan (mungkin sekitar 4 tahun), memasuki usia ke 5 kita mampu mengucapkan/menirukan kalimat-kalimat sederhana yang diucapkan oleh orang dewasa. Dan proses mengucapkan/menirukan kata atau kalimat sederhana itupun tentunya memakan waktu 2-3 tahun hingga akhirnya kita bisa menyampaikan pesan yang kita maksud secara sempurna, kepada lawan bicara.
Kala usia kita 7 tahun, yaitu ketika memasuki usia sekolah, maka pelajaran yang diberikan kepada kita tentang bahasa adalah membaca. Kebetulan karena bahasa ibu kita adalah bahasa Indonesia, maka pelajarannya pun adalah pelajaran (membaca) bahasa Indonesia.
Setelah proses membaca, maka menulis adalah alur selanjutnya yang kita dapatkan, walau ada kalanya proses tersebut dilakukan bersama-sama (sinergis). Tolong diperhatikan kata-kata yang saya saya tulis dengan huruf tebal, itulah inti daripada mempelajari suatu bahasa :
Mendengarkan —> Mengucapkan —> Membaca —> Menulis.
Atau kalau dalam Bahasa Inggeris
Listening —> Speaking —-> Reading —->Writing.
Itulah rumus utama dan alur yang benar dalam mempelajari bahasa, terutama bahasa Inggeris. Apabila ada alur yang terlewat atau malah tidak mengikuti alur yang semestinya, maka bisa dipastikan hasilnya pun tidak maksimal sebagaimana yang diharapkan.
Pertanyaanya:
Sudah betulkah cara belajar Bahasa Inggris kita selama ini?
Contributor : Asep Sarip, Pengelola British English Course | SukabumiToday akan menampilkan tulisan2 belajar mudah bahasa inggris yg di pandu beliau. Jadwal Tulisan mengenai Bahasa Inggris ini direncanakan terbit seminggu 2 kali. stay tune in arsip.sukabumitoday.com