( Sumber Foto : Plesetan Community )

Plesetan! ya! Plesetan bukan persetan hehehe…
Pleset, Kepleset, Plesetan

Tiket, Sikut dan Ketinggalan Jaman

Anak-anak seringkali kepleset lidah. Mengucapkan kata tapi maksudnya berbeda dari arti katanya,

termasuk juga kata-kata yang baru buat mereka. Kepleset kata kadang membuat bingung dan geli orang yang mendengarnya, ini contohnya;

Ditengah kesibukan sebagian siswa kelas dua membersihkan kelas, tiba-tiba Dzaky memanggil Azka untuk membantunya.

Dzaky : “Azka! ..Tiket!..Tiket..Azka! kamu Tiket!”

Azka : “Tiket?” ( bingung)

Dzaky : “Iya …kamu Tiket hari ini, ayo bantu sapu!”

Azka yang mulai hilang kebingungan dan mengerti maksud Dzaky menghampiri Dzaky.

Azka : “Maksud kamu Piket?”

Dzaky: “Iya Tiket!” ( keukeuh nyebut Tiket J )

Azka : “PIKET meureun Zak!” (Azka menegaskan)

Saya yang mendengar percakapan itu senyum dan meluruskan kalau yang begitu namanya Piket bukan Tiket hehehe…

Lain lagi dengan Idzni. Ketika bermain di arena Toga, Idzni berteriak heboh dan sempat mengagetkan teman-temannya.

“SIKUUUUUUTT…SIKUUUTT!” teriak Idzni sambil kegirangan menunjuk sesuatu yang menempel di batu.

Teman-temannya berdatangan dan penasaran ingin melihat sesuatu yang diteriakkan Idzni. setelah melihat sesuatu itu mereka dengan kompak berteriak “ITU SIPUUUUUTTT BUKAN SIKUUUUUUTT !!”  😀 (untuk beberapa huruf konsonan/huruf mati Idzni memang kurang jelas dalam melafalkannya kadang juga tertukar,  ini yang sering membuat bingung dan salah paham )

Sedangkan Darel siswa kelas satu, sesaat ketika temannya selesai makan dan menuju mushola, Darel tertinggal lalu memanggil teman-temannya dan berucap “Wooiii… tunggu .. tunggu aku, aku KETINGGALAN JAMAN ( wajahnya serius, … dalam hati bertanya Darel ngerti gak ya maksudnya kata itu apa?)

KEONG RACUN

Masih ingat Shinta-Jojo dengan “Keong Racun”nya?

Demam lagu keong racun juga ternyata sempat menjangkiti anak-anak SD, anak-anak sampai hafal lirik lagu itu (walaupun sebetulnya lirik lagu itu tidak pas dinyanyikan anak-anak).

Saya tahu secara tidak sengaja ketika akan menuju kelas melewati gazebo makan.

Gio ( siswa kelas 2 al-farabi)  melihat Siput menempel di bambu saung langsung berteriak “Hei… teman-teman, ada Keong!” teriak Gio, “Keong Racun!” tambahnya. Nanda Rizal yang berdiri di samping Gio tak kalah heboh menimpali. Sambil menunjuk si siput (keong) Nanda Rizal nyanyi keras-keras  “Dasar Kau … Keong Racun!” dst…dst.. ( hehehe… tidak usah dilanjutin ya lirik nya? Sahabat pasti hafal, kalau saya …. sudah lupa tuh )

Sambil berjalan, dalah hati saya  bergumam hhhmm… efek negatif TV dan Internet nih.

Plesetan

Bret Pingsan

Fahmi dan Vito (kelas 1)  sedang makan siang

Fahmi : “ Vito, coba apa bahasa inggrisnya : saya, roti, roti, kamu, merah muda, matahari ??

( tapi harus disatuin, kata Fahmi)

Vito : “ Saya …I, roti roti, nggak tau ah, kamu You, merah muda Pink, matahari sun, tapi harus disatuin? Apa ya? Gak tau ah!”

Fahmi : “Jawabnya I Bread Bread You Pink Sun ( baca : Ay Bret Bret Yu Ping San [ fahmi sambil memperagakan buang gas dan pingsan] )

Vito : “Ih Fahmi jorok ah! Aku kan lagi makan!”

Indra ke-6

Kebanyakan anak-anak selalu ingin didepan atau paling duluan kalo antri dan mencari posisi, tapi ada juga sebaliknya yang takut dan malu-malu pasti memilih nomor dan urutan terakhir. Tidak demikian dengan Indra ( siswa kelas 2).

Indra mempunyai posisi atau nomor urutan favorit, 6 (Enam), ya! Enam!, Saya baru nyadar ketika beberapa kali  memberi instruksi, Berhitung! Satu, dua, tiga dst, Enam! Kata Indra, saya lihat benar enam, selidik punya selidik Indra suka ke-6 karena sering mendengar ungkapan Indra ke-6 ( ditulis Indera ke-6) karena namanya merasa disebut dan orang-orang mengasosiasikan yang mempunyai indera ke-6 adalah orang hebat hehehe. Setelah saya tanya Indra Tahu Indera ke-6 itu apa? “nggak tau yan!” jawab Indra. Saya menjelaskan indera ke-6 itu selain panca indera kita yang sudah dikenal ( mata, hidung, lidah, telinga dan tangan).

“Ooooo….” sahut Indra. Indra ke-6 bukan Indera ke-6 🙂

BERSISIK

Masih tentang Indra, Indra acapkali mengingatkan temannya tanpa membuat temannya tersinggung, mau tau apa yang diucapkan Indra??

“Ssstt…. Jangan BERSISIK, jangan Bersisik ntar jadi Ikan!”  begitu kata Indra.

temannya tahu kalau Indra memintanya untuk tidak gaduh, tidak berisik 🙂

Cemilan

Kalo tidak salah hari itu adalah H-3 sebelum pelaksanaan SANLAT (Pesantren Kilat)

Saya mengumpulkan temen-temen kelas 2 untuk briefing Sanlat.

saya : “Teman-teman, beberapa hari lagi kita akan Sanlat, jangan lupa persiapannyan, sudah siap?”

anak-anak : “Siaaaaaaappppp!”

saya : “Jangan sampai lupa ya, peralatan sholat, baju ganti, selimut dan juga cemilan”

anak-anak : “Iyaaaa”

saya : “Tau Cemilan?” ( saya bertanya siapa tau ada yang belum mengerti kata cemilan)

anak-anak; “Taaaauuu..”

Najma : “Yanda…Yanda.., Cemilan itu Cebelum Cepuluh Cecudah Deyapan kan ?”

saya : ??? ( dalam hati.. Gubraaak!! kena deh 🙂

saya : “Najma dan teman-teman, Cemilan itu makanan ringan atau snack”

Najma : ini ?? (sambil memperagakan tangannya membentuk ular, snack bukan snake = ular  :))

saya : 😀 😛


Salam Hangat, Jabat Erat
Kak Wan