foto by.ispi.or.id

Nasib guru semakin hari makin dipertanyakan oleh berbagai kalangan  termasuk guru  itu sendiri, kata-kata “guru tanpa tanda jasa” hari ini sudah tak terdengar lagi  di benak kita,  berbagai kebijakan pemerintah mulai membuat  guru semakin bergairah dalam melaksanakan tugasnya, guru tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat, berbagai kebijakan pemerintah dikucurkan kepada guru saat ini, kebijakan yang hangat saat ini  ialah Sertifikasi bagi guru PNS dan nonPNS .

Sertifikasi Salah satu bentuk peningkatan kesejahteraan guru adalah berupa tunjangan profesi yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan lainnya. Pada tahun 2007 tunjangan profesi telah disalurkan dari pusat langsung ke rekening masing-masing guru penerima. Sedangkan pada tahun 2008 dan 2009, tunjangan profesi disalurkan melalui dana dekonsentrasi di masing-masing dinas pendidikan provinsi. Mulai tahun 2010 tunjangan profesi bagi sebagian guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD) dibayarkan melalui mekanisme transfer ke daerah di kantor dinas pendidikan kabupaten/kota masing-masing. Sedangkan tunjangan profesi guru bukan PNS dan sebagian guru PNS masih tetap disalurkan melalui dana dekonsentrasi di dinas pendidikan provinsi masing-masing.

Sekarang ini banyak guru-guru yang berburu  tunjangan sertifikasi, ironinya banyak  guru-guru yang menghalalkan  berbagai cara untuk mendapatkan sertifikasi, yang jadi pertanyaan ialah , sejauh mana tingkat prestasi dan moral anak bangsa setelah gurunya mendapat tunjangan sertifikasi?
menjadi seorang guru ada dan tidak ada sertifikasi tetap harus semangat, tugas kita mengabdi kepada Tuhan dan negara, cita-cita kita membuat  peradaban gemilang, jadi tuhanlah yang akan memperhitungkan semua amal kita.

Sumber Bacaan:
http://www.sertifikasiguru.org/isi.php?id=16