Soekaboemi Heritages awalnya terbentuk atas dasar kepedulian terhadap bangunan-bangunan lama eks-kolonial di Sukabumi yang semakin lama makin sedikit, dibongkar tanpa dimengerti nilai kesejarahan yang mengirinya dan nilai konservasi yang akan dipetik oleh generasi kelak. Secara arsitektur Soekaboemi Heritages melihat dekadensi identitas Sukabumi dari sudut pandang artefak kota. Syogianya artefak-artefak tersebut terpelihara dari sebuah kota yg tumbuh sejalan dengan politik Cultuur-Stelsel (Penanaman Kopi, Teh, Karet dll) pada masa kolonial.

Komunitas Soekaboemi Heritages dibentuk pada 2008 melalui media on-line oleh I. Hendy Faizal (Egon) dan diikuti partisipasi bermacam profesi mulai dari praktisi, seniman, kreator, diplomat hingga redaktur senior. Nama-nama seperti Nendi Afghani (Budayawan & Seniman Patung senior – FSRD ITB), Hardy Hermawan (Redaktur Senior TRUST) Denny Tri Basuki (Diplomat), Dedi King (Pengajar), Agung Priayguna (budayawan muda Kasundaan), Fonna Melania (entrepreneur dan aktivis Batik Sukabumi), Deby Festian (pengajar), Carmen Omce (Seniman Grafis), Pendi Effendi (profesional) hingga Dedi Suhendra (aktivis komunitas di Sukabumi) adalah sebagian dari nama-nama yang kemudian aktif dalam diksusi-diskusi yang terjadi.
Pada perjalanannya Soekaboemi Heritages secara langsung maupun tidak ternyata mampu menghimpun memori kolektif ke-Sukabumi-an dari para warga senior Sukabumi untuk kemudian bisa dibagikan kedalam memori dari para generasi selanjutnya. Disamping itu, cakupan Soekaboemi Heritages pada perjalanannya ternyata tidak hanya mencakup sisi arsitektur melainkan ia mampu mencakup kehidupan sosial-budaya dan kesejarahan Sukabumi.

Meski belum berbadan hukum, organisasi/komunitas ini diarahkan sebagai organisasi/komunitas yg nir-laba dan non-partisan. Pada tataran idealnya, Soekaboemi Heritages mencoba untuk menginventarisir dan menelaah peninggalan/artefak sosial-budaya di Sukabumi termasuk peninggalan fisik (arsitektur). Soekaboemi Heritages diharapkan juga memiliki posisi tawar untuk mendesak kalangan pemerintah daerah untuk memiliki Perda tentang Cagar-Budaya secara lebih komprehensif. Sebagai konteks pergerakan, diharapkan Soekaboemi Heritages mampu meng-edukasi warga untuk lebih mengerti, memahami dan memiliki konteks kesejarahan, kebudayaan serta kehidupan sosial kota.

http://www.facebook.com/groups/soekaboemiheritages/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here