Sore itu ketika aku dan teman-temanku tiba di Airport Madinah Almunawaroh aku merasa tertegun, karena pemandangannya lain sekali disana ada ibu-ibu juga sebagian wanita muda belia, ternyata ini awal mula kehidupanku sebagai BMI di Saudi Arabia. Lima jam sudah aku menunggu calon majikan ku menjemput tapi sampai keesokan harinya barulah dia muncul, seorang kakek dan anak muda bertubuh besar tiba-tiba memanggil namaku lalu aku bergegas menghampiri suara panggilan itu dan ternyata mulai saat ini aku akan terpisah dengan rombongan teman satu nasib denganku.
Di perjalanan banyak pertanyaan dari kakek dan anaknya, akupun tidak begitu menghiraukan karena rasa kantuk dan lapar yang ku tahan. kira kira setengah jam perjalanan akhirnya tibalah aku di sebuah bangunan tua berlantai empat, dalam hati aku bertanya inikah rumah tempat tinggal majikanku,setelah kami sama-sama menaiki tangga tibalah di lantai empat dan oh ternyata seorang nenek dan dua anak muda bertubuh besar datang memberi salam dan ucapan selamat datang di rumah mereka. kemudian akupun di beri sepotong roti dan segelas teh hangat akhirnya nenek dan kakek mempersilahkan ku untuk tidur mengingat perjalanan dari jakarta menuju kota madinah dengan jarak tempuh tiga hari karena singgah di singapore dan india dingin nya air conditioner di pesawat yang membuat batuk ku tak berhenti. tak terasa adzan ashar berkumandang, tiba-tiba nenek membangunkanku dengan suara lantang, ternyata ini adalah awal yang menyedihkan. aku serasa bersalah meninggalkan anakku yang masih balita, suara nenek bagai petir menyambar tatkala terlontar kata-kata kotor dari mulutnya, tambah aku menangis karena baru kali ini ada orang yang memanggilku dengan sebutan binatang, sejak saat itu setiap mereka memanggilku tidak pernah terdengar suara pelan dan kata-kata halus pasti dengan lantang dan panggilan binatang yang ku dengar.
Sebulan telah berlalu sabun mandi dan shampo ku telah habis aku berusaha dengan sopan meminta kepada nenek, tapi jawaban nya sepele “dalam hatiku bertanya apakah aku salah meminta itu semua? kini aku mulai merasa benar-benar bersalah karena ibuku sakit dan ingin aku menelpon nya segera, walau dengan sembunyi-sembunyi teman satu rumah yang kebetulan kerja pada anak nenek dia membawa handphone dengan sembunyi sembunyi dan tidak di ketahui majikannya.
Tubuhku semakin kecil berat badanku yang kian menurun karena tidak tersedia makanan, di dapur hanya ada air galon semua makanan di sembunyikan di bawah kolong tempat tidur saat itu aku memberanikan diri memohon kepada majikan untuk menghubungi nomor ibuku, mereka mengangguk setuju tapi aku harus menunggu sampai hari jum’at.
Setelah ku ketahui keadaan ibu dan anakku ternyata mereka menunggu uang kiriman dariku yang hingga saat ini belum juga di kasih, kembali ku coba dengan sopan memohon supaya mereka mau mengirim uang gajiku,tapi mereka hanya bilang toyib dan insya allah. aku berusaha untuk tetap tegar dengan perlakuan majikanku, mungkin semua ini adalah kesalahanku mengambil keputusan untuk menjadi seorang TKW, dengan harapan bisa menyelesaikan permasalahan ekonomi dengan cepat tanpa pertimbangan yang matang, padahal saat itu aku masih bekerja sebagai asisten produksi di sebuah perusahaan garmen di kota sukabumi tepatnya di daerah Kadudampit yaitu PT BAJU INDAH INDONESIA. kini aku bisa merasakan betapa pahit dan sedihnya jadi seorang TKW, meski aku percaya di luar sana banyak teman-teman yang bernasib lebih baik atau bahkan lebih buruk dariku, pengalaman pribadiku ini akan aku jadikan cermin dalam hidupku.