Penandatanganan MoU (sumber RadarSukabumi)

Mimpi Jalan Sukabumi – Bogor sedikit Lenggang? harapan itu sepertinya akan sedikit terbuka. Salah satu caranya yaitu penggunaan Transportasi Kereta Api untuk Barang dari Sukabumi – jakarta. Hal ini tertuang dalam MoU Distribusi Aqua dengan pejabat PT KAI, Kemenhub dan sejumlah pihak terkait.
Menurut Berita yang di release oleh RadarSukabumi hari ini (13/12), Presiden director PT Tirta Investama (Danone AQUA) Bernard Ducros menyatakan komitmentnya saat menandatangi kesepekatan tersebut pada acara bincang – Bincang Transportasi bersama sejumlah Media di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta belum lama ini.  

Seperti diberitakan RadarSukabumi, rencana penggunaan kereta api angkutan barang sebagai sarana transportasi alternatif pengangkutan peti kemas di jalur Sukabumi-Jakarta kini di depan mata. PT Tirta Investama dipastikan menjadi perusahaan yang pertama kali mensupport dan merealisasikan wacana tersebut.
Komitmen untuk mendorong keberadaan kereta api angkutan barang tersebut bahkan tertuang pasca acara Bincang-bincang Transportasi dalam Nota Kesepahaman (MOU) yang ditandatangani bersama oleh PT Tirta Investama (Danone AQUA) dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk kerja sama pengangkutan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Aqua dari Cicurug ke Jakarta.
Dalam kerjasama tersebut PT KAI akan mengangkut AMDK AQUA jenis galon dari pabrik Cicurug, Sukabumi menuju Jakarta yang selama ini menggunakan truk berkapasitas 17,5 kubik. Dalam sehari produk AQUA didistribusikan oleh sekitar 400 truk ke wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek.
Pelaksanaan kesepakatan ini efektif berjalan setelah Pemerintah melakukan perbaikan infrastruktur penunjang untuk pengoperasian aktivitas kereta api barang untuk jalur tersebut, dan menyerahterimakan infrastruktur ini kepada KAI untuk dioperasikan.
Seperti dikutip RadarSukabumi, Menurut Mochammad Bimo hingga saat ini Jabodetabek dan Jawa Barat masih menjadi daerah yang memiliki  kebutuhan yang tinggi dalam konsumsi air minum dalam kemasan. Sekitar  55 persen dari total volume Aqua secara nasional. Kebutuhan air minum dalam kemasan galon Jabodetabek sendiri dalam catatan Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) mencapai 71 persen dari total kebutuhan AMDK atau setara 4,8 juta air minum dalam kemasan galon.
“Keberadaan sarana transportasi alternatif untuk membawa produk Aqua dengan menggunakan kereta api  angkutan barang bagi kami cukup penting karena dapat mengurangi  emisi karbon dan membantu meringankan masalah kepadatan lalulintas, terutama di jalur Sukabumi-Ciawi,” ujarnya Bernard Ducros (President Director PT Tirta Investama) dalam kata sambutan penandatanganan MoU yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan. Hal tersebut sesuai dengan komitmen ganda kami yang selalu ingin melakukan pengembangan usaha bergerak sejalan dengan perkembangan sosial.
Pada sisi bisnis, lanjutnya, kami juga berharap penggunaan kereta api angkutan barang dapat  meningkatkan layanan  Danone Aqua terhadap pelanggannya, terutama yang berada di Jabodetabek.  Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono menyambut gembira MoU yang diteken Danone AQUA-KAI karena adanya beberapa manfaat angkutan kerata api barang dibandingkan truk seperti konsumsi bahan bakar minyak yang lebih hemat sehingga subsidi bahan bakar minyak menjadi lebih kecil.
“Keuntungan lain adalah satu rangka KA bisa mengurangi 40 hingga 60 truk di jalan raya sehingga emisi polutan lebih kecil, kemungkinan kecelakaan lebih kecil dan tentu saja berkurangnya beban jalan yang membuat infrastruktur jalan lebih awet,” ujarnya
Di tempat yang sama, Bernard Ducros, President Director PT Tirta Investama (Danone AQUA) menuturkan, sejak 2008, pihak Danone AQUA melakukan komunikasi secara berkala dengan KAI untuk menjajaki penggunaan kereta api angkutan barang Cicurug-Jakarta sehingga Danone Aqua berharap kesepakatan ini dapat menjadi langkah baru yang mendorong lebih cepat terealisasikannya penggunaan kereta api angkutan barang Cicurug-Jakarta.
“Kami percaya pemerintah juga secara serius melihat potensi yang cukup besar terhadap kereta api angkutan barang di jalur ini. Semoga kesepakatan ini memperkuat keinginan bersama kita semua untuk mengembangkan kereta api angkutan barang di jalur Cicurug-Jakarta sebagai alat  transportasi barang alternatif yang tepat,” jelasnya.
Sementara sambung Bimo, dalam Bincang-bincang media sebelum penandatanganan MOU, nantinya  realisasi  penggunaan kereta api  angkutan barang diharapkan  dapat membuat distribusi produk menjadi  lebih efisien bagi Danone AQUA dalam pengiriman ke pasar yang membutuhkan.
Dalam perhitungannya dibanding dengan moda transportasi truk, KA memiliki efisiensi ketepatan waktu yang jauh lebih baik mengingat tidak terpengaruh dengan kemacetan jalan raya sehingga tingkat ketepatan dan kuantitas produk sampai tujuan lebih bisa dipastikan.
Kesepakatakan antara KAI dan Danone Aqua dalam menggunakan kereta api angkuatan barang merupakan salahsatu solusi untuk mengurai kepadatan jalan raya di jalur Sukabumi-Ciawi. Selama ini infrastruktur jalan raya di jalur tersebut  relatif tidak mengalami perubahan, sementara itu pertumbungan populasi  pengguna kendaraan meningkat dan keberadaan industri dan investasi  terus berkembang. Pengamat transportasi, Darmaningtyas mencatat berdasarkan UU Lalu Lintas, pengoperasian KA AMDK bisa meringankan kerja jalan dan menguntungkan PT KA.
Penggunaan kereta api sebagai angkutan barang harus diakui adalah solusi yang bersifat jangka menengah hingga panjang namun harus segera dimulai. “Langkah Danone AQUA merupakan rintisan pengalihan sistem angkutan barang yang memang seharusnya diikuti seluruh pebisnis di Jabodetabek,” terangnya. (*/veg)
sumber : radarSukabumi