Sang Teladan merupakan suatu program pencarian dan pemberian penghargaan kepada orang-orang yang telah mendedikasikan hidupnya tanpa pamrih bagi pelayanan di bidang kesehatan.
Sang Teladan bisa merupakan sosok pengabdi di bidang kesehatan yang mempunyai latar belakang pendidikan medis maupun non-medis, dengan kegiatan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif, rehabilitatif, preventif, maupun promotif.
Kegiatan yang mereka lakukan bukan hanya merupakan perencanaan belaka tetapi telah dilaksanakan dan terbukti secara nyata dapat meningkatkan taraf kesehatan orang-orang yang mereka layani.

Sang Teladan adalah sosok yang telah memberikan pengabdian lebih dari pada apa yang diminta dari tuntutan pekerjaan mereka di bidang kesehatan, dan pengabdiannya dapat menjadi insipirasi yang menggugah orang lain untuk memberikan pengabdian yang total dalam pekerjaan masing-masing, khususnya di bidang kesehatan.

Profile Bidan Eulis Rosmiati

Bidan Eulis
Penugasannya sebagai bidan, telah membawa Eulis muda ke desa Ujung Genteng – sebuah desa terpencil dengan garis pantai yang indah di pesisir selatan Jawa Barat. Saat itu – tahun 1991, Eulis muda yang belum lama menyelesaikan pendidikannya sebagai bidan di Bandung, sempat mengalami pergumulan sesaat sebelum memutuskan menerima penugasan di daerah yang berkarakteristik berbeda dengan daerah asalnya tersebut. 
Minimnya sarana dan infrastruktur, sulitnya medan yang harus ditempuh, membuat Eulis muda hampir menyerah pada saat itu. Namun kondisi yang sulit tersebut justru menjadi pemacu semangat pengabdian luar biasa yang tersembunyi di dalam diri Eulis.
Eulis menyadari bahwa di daerah yang kondisi geografisnya tidak mudah tersebut, warga sangat mengandalkan kehadiran Eulis yang dituntut untuk sanggup memberikan beragam solusi pada permasalahan kesehatan warga, bukan hanya melulu pada proses persalinan.
Ujung Genteng sendiri merupakan wilayah desa seluas 1.870 HA, dengan 4.438 penduduk, 1.251 KK di mana 58% di antaranya adalah keluarga Pra KS (Pra Keluarga Sejahtera) dan KS1 (Keluarga Sejahtera1). Sebelum Eulis memulai programnya, hanya ada 40% KK yang memiliki WC. Jarak ke Puskesmas terdekat saat ini pun adalah 30 Km, yang harus ditempuh dalam waktu ½ – 1 jam pada siang hari, dengan ongkos transport Rp 50,000,- Melihat kondisi sanitasi yang buruk, dan pola pikir warga yang belum menganggap kesehatan sebagai suatu prioritas penting, Eulis tergerak untuk mengambil berbagai inisiatif perbaikan kesehatan bagi warganya. 
Bidan Eulis bersama warga Ujunggenteng
Program yang dibuat Eulis selalu didasari oleh pemahaman akan kebiasaan dan tingkat kemampuan warga desanya. Sosialisasi gagasan dilakukan dengan penyuluhan dalam berbagai pertemuan rutin, hingga sanggup mengubah ketidakmengertian warga menjadi sambutan yang positif atas semua program yang diusulkan.
Beberapa program yang berhasil diciptakan Eulis di desa tempat tinggalnya antara lain adalah: Kelompok arisan WC yang dimulai sejak 1998, dan kredit WC di tahun 2011, yang hingga saat ini berhasil meningkatkan jumlah WC di tiap-tiap RT, sehingga hanya tinggal sekitar 5-10% KK saja yang tidak mempunyai WC. 

Eulis juga menciptakan program arisan yang dimaksudkan sebagai dana cadangan saat diperlukan mendadak untuk pengobatan atau melahirkan. Eulis memberikan nama yang unik untuk masing-masing programnya, berdasarkan pada kemampuan dan mata pencaharian masing-masing penduduk di desa Ujung Genteng. Program itu antara lain diberi nama:

  • Seliber (seliter beras) yaitu pengumpulan beras bagi para warga yang bekerja sebagai petani, dengan cara mengumpulkan 2 sendok beras setiap harinya (pagi dan sore), sehingga setiap bulannya diperoleh 60 sendok beras yang setara dengan seliter beras.
  • Meronce Kasih: program bagi para nelayan, dengan cara mengumpulkan sekilo ikan dengan kualitas paling rendah setiap pergi melaut. 
  • Limaribu Kasih: program bagi para buruh penambang pasir untuk mengumpulkan uang sejumlah Rp 5,000,- setiap bulannya.
  • Sagandu Saminggu (Gandu = takaran gula aren): pengumpulan sisa kerak pada cetakan gula aren bagi para penyadap gula aren. Dari kegiatan ini dapat dikumpulkan sekitar 4 gandu (sekitar 2 kg) setiap bulannya.

Tanpa pernah melalaikan tugas utamanya sebagai bidan, Eulis senantiasa memperhatikan kesehatan dan kesiapan ibu hamil agar dapat menjalani persalinan yang sehat dan selamat. Eulis menggagas program Rumah Singgah, yaitu pemberdayaan rumah warga sebagai tempat persalinan yang layak untuk ibu bersalin. Gagasan rumah singgah timbul pada Eulis karena pengalaman Eulis mengantarkan seorang ibu bersalin yang dalam keadaan kritis dan harus mendapatkan pertolongan di Puskesmas terdekat pada malam hari dan hujan.

Karena medan yang berat, mobil terperosok di salah satu ruas jalan sehingga Eulis membangunkan hampir seluruh warga RT untuk membantu membebaskan mobil yang terjebak di lumpur selama hampir 1 jam. Dari pengalaman tersebut, Eulis mengadakan pendekatan dengan warga, sehingga ada beberapa orang yang bersedia menyediakan rumahnya sebagai rumah bersalin dengan fasilitas dan kondisi yang lebih layak dari pada melahirkan di rumah masing-masing warga. Eulis juga rutin mengadakan Tabulin (Tabungan Ibu Bersalin) yaitu tabungan rutin di Posyandu atau pada kader, bagi ibu hamil untuk persiapan dana saat melahirkan dan juga menciptakan arisan ibu bersalin untuk mengumpulkan dana bagi kelompok ibu hamil di suatu RT, misalnya Rp 1000,-/ hari/ orang (Rp 30,000,-/ bulan/ orang), yang akan diberikan kepada ibu yang melahirkan terlebih dahulu.
Tidak mau dibatasi oleh akses desanya yang sulit, Eulis menggugah warga untuk mendukung program Ambulan desa, yaitu pemberdayaan kendaraan warga sebagai bantuan untuk mengantarkan ibu hamil, pasien yang sakit, ke rumah singgah terdekat, atau bahkan ke Poskesdes maupun Puskesmas. Bisa merupakan mobil, motor, ataupun atau apapun kendaraan warga yang bersedia untuk digunakan bagi warga yang memerlukan kapanpun juga.
Eulis juga secara kreatif menciptakan program donor darah desa yang diawali dari pemikiran akan sulitnya mendapatkan darah dengan golongan yang diperlukan saat darurat. Eulis melakukan pemeriksaan dan pendaftaran jenis darah dari warga sehingga pada saat darurat, telah tersiap donor yang sesuai. Program lain yang tak kalah bermanfaatnya adalah Melatih Harum (Menanami lahan tidur dan halaman rumah) agar tanah kosong dapat bermaanfaat misalnya sebagai tanaman obat keluarga atau sumber sayuran. Penduduk juga dilatih untuk mendukung gerakan tempat sampah yang diciptakan oleh Eulis, yaitu pembuatan 2 lubang sampah di rumah warga yaitu bagi sampah organic dan sampah anorganik. Meskipun bukan hal yang mudah untuk mengubah perilaku warga dalam membuang sampah.
Eulis sempat mengalami suatu pengalaman yang sangat mengharukan saat mengantarkan seorang pasien mencari pelayanan rumah sakit hingga ke Kabupaten Sukabumi, dan akhirnya ke Bogor. Eulis harus menempuh perjalanan selama 2 hari tanpa persiapan, karena beberapa kali rumah sakit yang dituju tidak dapat menampung pasien tersebut.
Saat ini warga desa Ujung Genteng telah merasakan manfaat yang dihasilkan dari pemikiran Eulis yang kritis dan penuh inovasi. Kegigihan Eulis dan pengabdiannya yang sungguh telah meningkatkan taraf kesehatan warga di desa terpencil itu. Eulis berharap agar suatu hari nanti, di desanya dapat dibangun sebuah Puskesmas, sehingga dalam keadaan darurat, rujukan kesehatan tidak perlu dilakukan terlalu jauh ke Kecamatan Ciracap dengan medan yang sulit.
Gimana cara Mendukungnya?
  • Peserta melakukan registrasi menggunakan account facebook saat mengklik tombol “Berikan DUKUNGAN”.  
  • Peserta otomatis memberikan Like di Facebook Fan Page Sang Teladan
  • Peserta wajib mengisi data di formulir registrasi dengan lengkap dan benar sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau KITAS atau KIMS bagi Warga Negara Asing (WNA)
Periode Kegiatan 
Kegiatan Dukung Sang Teladan berlangsung dari tanggal 21 Juni 2011 sampai 15 Juli 2011 di bagi dalam enam periode, yaitu: 
Kualifikasi Pemenang Kegiatan
  1. 6 peserta dengan komentar terbaik menurut penilaian dewan juri akan mendapatkan 6 new iPod Nano dan 120 peserta berikutnya akan mendapatkan tas laptop dari Panitia Penyelenggara
  2. Pemilihan pemenang dan pemberian hadiah diberikan dalam beberapa tahap, dan di dalam tiap tahap pemberian hadiah masing-masing akan diberikan 1 buah new iPod Nano dan 20 buah tas laptop.
  3. Pemenang ditentukan berdasarkan komentar yang terbaik dan membangun berdasarkan penilaian Panitia Penyelenggara kegiatan Dukung Sang Teladan ini.
  4. Peserta yang tidak berhasil terpilih untuk mendapatkan hadiah di salah satu periode pemberian hadiah yang berjalan, komentarnya masih memiliki kesempatan untuk terpilih menang di periode hadiah berikutnya.
  5. Panitia Sang Teladan berhak untuk membatalkan keikutsertaan peserta apabila peserta melakukan hal yang bersifat negatif, seperti menuliskan hal-hal yang vulgar, menyebarkan berita dan komentar yang bersifat negatif, yang bersifat merugikan dan tidak sportif, dan sebagainya.

Pengumuman Pemenang
  1. Pengumuman pemenang akan ditampilkan di website Sang Teladan (www.sangteladan.com), mobile site (mobile.sangteladan.com), dan Facebook fan page Sang Teladan di setiap periode pemberian hadiah yang ditentukan oleh Panitia Sang TeladanPenyelenggara.
  2. Pemenang akan dihubungi secara resmi melalui telepon dari oleh Panitia Penyelenggara.
  3. Pemenang akan diverifikasi data-datanya dengan melengkapi data identitas diri pemenang sesuai KTP atau KITAS atau KIMS bagi Warga Negara Asing (WNA)
  4. Pemenang dinyatakan gugur bila data yang dimasukkan saat registrasi tidak sesuai dengan data yang tercantum di KTP atau KITAS atau KIMS bagi Warga Negara Asing (WNA) dan tidak bisa dihubungi selama satu bulan setelah dinyatakan menang.
  5. Penentuan pemenang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  6. Pemenang maupun peserta lainnya Panitia Penyelenggara tidak akan memungut dipungut biaya apapun, baik kepada para pemenang ataupun peserta lainnya. Hati-hati penipuan yang mengatasnamakan Panitia Penyelenggara.

Hadiah Kegiatan
  1. Hadiah untuk pemenang adalah 6 buah new iPod Nano dan 120 buah tas laptop untuk 126 pemenang yang diberikan dalam 6 periode.
  2. Panitia Penyelenggara berhak untuk mendiskualifikasi peserta dan pemenang yang tidak memenuhi ketentuan yang telah ditentukan dalam persyaratan kegiatan ini dan membatalkan atau mengambil/menarik kembali hadiah yang telah diterima oleh pemenang. Dalam hal ini Panitia Penyelenggara, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dan PT Activate Media Nusantara akan dibebaskan dari tuntutan apapun sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas.

Penyerahan Hadiah 

Penyerahan hadiah pemenang dilakukan melalui pengiriman barang ke alamat yang telah diberikan saat verifikasi yang sesuai dengan identitas diri KTP atau KITAS atau KIMS bagi Warga Negara Asing (WNA). 
Penyerahan Hadiah 
  1. Kegiatan Dukung Sang Teladan diadakan di website Sang Teladan Decolgen (www.sangteladan.com) dan mobile site (mobile.sangteladan.com).
  2. Segala hal yang terkait dengan kegiatan Pemberian Dukungan adalah tanggung jawab PT Darya Varya Laboratoria Tbk dan PT Activate Media Nusantara.
  3. Panitia Penyelenggara tidak melayani kegiatan surat-menyurat dengan peserta dalam bentuk media apapun.
  4. Dengan mencantumkan data dan terdaftar pada kegiatan ini, Anda menyatakan bersedia menerima berbagai informasi menarik dari Sang Teladan Decolgen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here