Niatnya sih ke Sukabumi pengen ngabisin liburan Road to Java kali ini. Pulang dari Surabaya transit di Bandung 2 hari, kemudian mengakhiri perjalanan di Sukabumi.

Sukabumi merupakan sebuah Kabupaten terluas di Jawa Barat, yang mana akan memakan banyak waktu untuk mengitari kota-kota didalamnya. Namun, tentunya akan sangat menyenangkan dan memberikan kesan tersendiri.

Dingin adalah hal yang biasa, ini point pertama yang dialami orang yang berkunjung ke kota ini. Sedangkan senyum manis mojang-mojangnya merupakan bonus untuk kita nikmati diantara lelah dan penat selama perjalanan.

Ada banyak lokasi menarik yang menjadi tujuan wisata bagi para pelancong, dan tentunya tak akan saya dapatkan dalam perjalanan kali ini. Kali ini, saya tidak bertindak sebagai pelancong yang menikmati berbagai lokasi wisata di daerah yang diapit 3 kota besar seperti Bogor, Jakarta dan Bandung. Saya kali ini bertindak sebagai Volunter.

Pekerjaan volunter dadakan tentunya harus saya nikmatin, karena aktivitas yang tidak dinikmatin tidak akan memberikan kesan yang bagus. Apakah ini project dadakan?kalo saya bilang sih ini semacam petualangan “dinas” freelance yang saya ramu sebagai liputan akhir pekan Blogger Lampung di pulau Jawa.

Ditemani lantunan lagu Radio NBS Fm, sebuah radio local yang cukup terkenal bagi kalangan remaja, saya menyusuri jalanan Sukabumi-Cisaat-Cibadak. Tujuannya adalah distribusi untuk kecamatan cibadak dan nagrak dari sebuah lembaga pemerintah yang saya Bantu kali ini.

Ngomong-ngomong tentang sukabumi, saya tentunya harus membagi cerita buat anda gimana sih enaknya stay di sana?dan gimana cara menikmatinya. Karena ini perjalanan “dinas” yang ditunggangi liputan traveling saya, maka saya akan lebih mengeksplorasi nuansa travellingnya.

Bersama avanza yang saya tumpangi, kanan kiri yang saya lewati adalah perbukitan indah gunung walat. Saya teringat 9 tahun yang lalu, ketika masih aktif dalam ekstrakurikuler SMA yang menyelenggarakan Acara semacam hiking dengan nama Nyukcruk Galur Lembur Singkur (NGLS) yang intinya menyusuri perbukitan Gunung Walat yang kini mulai gundul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here