Capitol dan Masa-Masa Awal

3
251

Oleh :
Hendy ‘egon’ Faizal
SoekaboemiHeritages

Mulai tahun 1929, seiring telah ditetapkan menjadi Gementee (Kota Praja), Soekaboemi mendapatkan sebuah ikon lokal-regional baru – Capitol.
Gedung ini dirancang dan dibangun oleh Albert A. Frederick Aalbers – seorang Arsitek terkemuka yg kemudaian membangun Hotel Savoy Homann, Sayap Gedung Merdeka, 3-Locomotifs dan perumahan di sepanjang Jalan Pager Gunung di Bandung.
http://en.wikipedia.org/wiki/Albert_Aalbers
Selain gedung pertemuan dan Ball Room (lantai dansa), Capitol memiliki restaurant dan bioskop dengan nama yang sama juga beberapa toko/booth. Sebuah fungsi modern mix-use yg sangat komplit pada masa itu dan merupakan pesaing bagi tempat-tempat lain termasuk Societet Soekamanah (Gedong Djoang).
Gedung Capitol tersebut diresmikan oleh GF. Rambonnett (burgemeisters/walikota) dengan pengguntingan pita oleh โ€œNiniโ€ Rambonnett -putri GF Rambonnett. Acara ini juga dihadiri oleh AAF Aalbers (sang Arsitek), Dalem Gentong (Raden Soerja Nata Barata – Bupati Pertama Sukabumi) dan Raden Ajoe pada bulan Oktober 1928. (foto no. 3)
Jalan yang melingkari sisi barat, utara dan timur Capitol memang dirancang sebagai bagian dari kompleks bangunan termasuk toko-toko disepanjang jalan tersebut. Namun sayang, demi kapital yg lebih besar, pada sekitar 1979/1980 an , Gedung Capitol karya AAF Aalbers harus dirobohkan dan digantikan dengan sebuah gedung berlantai 5 dengan nama yang sama -Capitol.
Foto no. 1 merupakan tampak dari arah barat pada sekitar thn 1929, dimana sudut Toko Dunia masih ada hingga saat ini, termasuk Toko Indera pada seberang Toko Dunia.
Foto no. 2 merupakan foto dari arah timur pada tahun yang sama.
Sementara foto no. 4, adalah foto pada sekitar tahun 1950 an, dimana bioskop Rex telah berpindah pada di Gedung Capitol. Tampak pada sisi kanan beberapa siswa Sekolah Polisi yang sedang pesiar.

3 COMMENTS

  1. Kang Egon, damang? Lawas teu patepang, sono…
    Alhamdulillah abdi masih tiasa nikmati capitol asli di thn 70-an. Biasa upami sonten sok jalan2, nongkrong didinya. Thn 70-an teh abdi tos di SD, bumi masih di Cikiray di Gg Cereme. Waas pisan upami emut zaman harita mah.
    Capitol nu ayeuna mah tos teu puguh rupi. Kunaon atuh diancurkeun pisan nya Kang. Ayeuna mung janten sapertos kotak dibungkus iklan2 jeung sareukseuk payun na oge…
    Deudeuh teuing Sukabumi…
    Salam,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here